Khotbah Jum’at
Sayyidina Amirul Mu’minin
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Tanggal 11 Nubuwwah 1390
HS/Novmbr 2011
Di Mesjid Baitul Futuh,
London.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ
وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللّٰهِ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ
الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ
الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ
نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦) صِرَاطَ
الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا
الضَّالِّيْنَ (٧)
Kekerasan-kekerasan
terhadap para Ahmadi khususnya di
Pakistan terus-menerus dilakukan oleh pihak lawan semenjak National Assembly (Majelis Nasional) Pakistan
mengeluarkan undang-undang pada tahun 1974 yang memutuskan orang-orang Ahmadi sebagai bukan Islam. Kemudian Jenderal Zia-ul-Haq sebagai Kepala
Negara yang diktator telah menggunakan kesempatan untuk menambah memperketat
undang-undang itu sambil berkata, “Orang-orang Ahmadi ini [mereka menyebutnya
bukan ‘orang Ahmadi’ tetapi orang ‘Qadiani’ atau ‘Mirzai'] tidak mempunyai arti
apa-apa, mereka melanggar qanun (undang-undang)
yang kita keluarkan. Kepada mereka harus ditanamkan anggapan bahwa mereka keluar dari umat Muslim. Katakan kepada mereka, ‘Kalian (para Ahmadi) satu dengan yang lain harus mengatakan bahwa kamu
bukan Islam!’ Katakan kepada mereka, ‘Kalian tidak
boleh membaca Kalimah!’ Katakan kepada mereka, ‘Kalian tidak boleh mengucapkan “assalamu ‘alaikum” kepada siapa pun!’